1.
Cari mengenai Intelegensi, Minat Dan Bakat bisa teori dan tokoh atau
mengenai definisi ?
Jawab
1.
- Definisi Intelegensi Menurut Beberapa Tokoh
·
Intelegensi
adalah keahlian memecahkan masalah dan
kemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari, pengalaman hidup
sehari-hari. Minat terhadap intelejensi sering kali difokuskan pada perbedaan individu dan penilaian
individu.
·
C.P.
Chaplin (1975), Intelegensi itu sebagai kemapuan
menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan
efektif.
·
Anita
E. Woolfolk (1995), mengemukakan
Intelegensi merupakan satu atau beberapa kemampuan untuk memecahkan dan
menggunakan pengetahuan dalam rangka memecahkan masalah dan beradaptasi dengan
lingkungan.
·
Raymon
Catel dkk (Kimble dkk, 1980), mengklsifikasikan
Intelegensi ke dalam dua kategori yaitu Fluid Intelligence
yaitu tipe kemampuan analisis kognitif yang relative tidak dipengaruhi oleh
pngelaman belajar sebelumnya. Crystallized
Intelligence yaitu keterampilan-keterampilan atau kemampuan nalar (berfikir)
yang dipengaruhi oleh pengalaman belajar sebelumnya.
Teori –Teori tentang Intelegensi yaitu :
(Sumber
https://srirahayuutami99.wordpress.com/2013/03/28/teori-intelegensi/)
·
Teori
Intelegensi Spearman. Charles
Edward Spearman (1863-1945) merupakan ahli psikologi berkebangsaan Inggris yang
sangat terkenal dengan temuannya tentang teknik statistik untuk mengetahui
korelasi diantara variabel-variabel penelitian. Ia juga terkenal dengan istilah
teknik analisis faktor. Analisis faktor adalah suatu bentuk teknik statistik
yang digunakan untuk menemukan hubungan yang ada di antara dua jenis variabel
yang kelihatannya tidak ada hubungan. Sperman menggunakan teknik ini untuk
mengukur kemampuan kognitif anak. Teori Sperman tentang g dapat dijelaskan
melalui analogi sebagai berikut : Dalam kondisi tertentu , skor tes
mental individu dapat dibagi ke dalam dua faktor. Faktor pertama adalah skor
yang selalu sama dalam setiap tes, faktor kedua adalah skor yang selalu
bervariasi dalam setiap tes. Faktor pertama disebut sebagai faktor general
(umum) atau faktor g, sementara faktor kedua disebut faktor spesifik.
Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa faktor g menunjukkan informasi mental yang
lebih dominan daripada faktor spesifik.
·
Teori
Intelegensi Thurstone, yaitu Thurstone
memfokuskan teori intelegensinya pada satu faktor, yaitu g faktor, akan tetapi
ia menekankan intelegensi pada tujuh kemampuan mental utama yang berbeda. Kemampuan mental
tersebut meliputi : (a) Verbal comprehension ( kemampuan dalam pemahaman bahasa), (b) Reasoning (
kemampuan berpikir logis ), (c) Perceptual speed ( kemampuan dalam mendeteksi
kesamaan atau perbedaan dari berbagai desain / gambar ), (d) Numerical ability
( kemampuan berhitung ), (e) Word fluency ( kemampuan berpikir tentang kosa
kata secara tepat ), (f) Associative
memory ( ingatan sosiatif ), (g) Spatial visualization ( kemampuan dalam
menentukan bentuk benda dalam posisi yang telah berubah ).
·
Teori
Intelegensi Guilford, Teori
intelegensi yang dikemukakannya menekankan multiple cognitive abilities atau
kemampuan kognitif majemuk. Melalui penelitian yang dilakukannya , ia menemukan
tiga komponen intelegensi , yaitu Operasi Intelegensi , Isi Intelegensi dan
Produk Intelegensi. Operasi
intelegensi mencakup kognitif,memori,berpikir divergen,berpikir konvergen, dan
evaluasi. Isi intelegensi mencakup figural,simbol,semantik,dan perilaku. Produk
intelegensi mencakup unit,klas,relasi,sistem,transformasi dan implikasi. Ketiga
faktor yang berkaitan dengan intelegensi tersebut berinteraksi antara satu
dengan yang lainnya, sehingga menghasilkan 12 faktor, yang diperoleh lima
bentuk operasi intelegensi dikali empat bentuk isi intelegensi, dikali 6 bentuk
produk intelegensi atau 5 x 4 x 6 = 120.
·
Teori
Intelegensi Cattel & Horn. Cattel
& Horn mengemukakan dua dimensi intelegensi yang disebut dengan istilah
fluid intelligence dan crystallized intelligence. Fluid intelligence berkaitan
dengan kemampuan untuk mengembangkan teknik pemecahan masalah yang baru dan
berbeda dari teknik sebelumnya. Crystallized intelligence berkaitan dengan
kemampuan mengemukakan pengalaman-pengalaman yang telah dipelajari sebelumnya
dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
·
Teori
Intelegensi Robert Strenberg, Stenberg
mendefinisikan intelegensi sebagai aktivitas mental yang diarahkan pada kegiatan
yang bertujuan untuk menyesuaikan diri , memilih , dan membentuk lingkungan
yang sesuai dengan kehidupan individu.
·
Teori
Intelegensi Gardner, Teori
intelegensi yang dikembangkan oleh Gardner dikenal dengan istilah multiple
intelligence. Teori ini dikembangkan berdasarkan keyakinan Gardner bahwa
intelegensi tidak hanya ditentukan oleh satu faktor yang dikenal dengan General
intelligence atau faktor g, akan tetapi terdiri atas sejumlah faktor.
- Definisi Minat
Menurut Beberapa Para Ahli :
·
Hurlock
(1993) menjelaskan bahwa minat adalah sumber
motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang ingin dilakukan
ketika bebas memilih.
·
Crow
& Crow (1984) menjabarkan bahwa
minat dapat menunjukkan kemampuan untuk memperhatikan seseorang, Sesuatu barang
atau kegiatan atau sesuatu yang dapat memberi pengaruh terhadap pengalaman yang
telah distimuli oleh kegiatan itu sendiri.
·
Chauhan
(1978) pada orang dewasa menentukan aturan
penting dalam perkembangan pribadi dan prilaku mereka. Minat adalah hal penting
untuk mengerti individu dan menuntun aktivitas dimasa yang akan datang.
·
Tampubolon
(1993) mengemukakan bahwa minat adalah
perpaduan antara keinginan dan kemauan yang dapat berkembang jika ada motivasi.
·
Meichati
(Sandjaja, 2005) mengartikan minat
adalah perhatian yang kuat, intensif dan menguasai individu secara mendalam
untuk tekun melakukan suatu aktivitas.
·
Sutjipto
(2001) menjelaskan bahwa minat adalah
kesadaran seseorang terhadap suatu objek, orang, masalah, atau situasi yang
mempunyai kaitan dengan dirinya. Artinya, minat harus dipandang sebagai
sesuatu yang sadar.
·
Nunnally
(Sutjipto, 2001) menjabarkan minat sebagai suatu
ungkapan kecenderungan tentang kegiatan yang sering dilakukan setiap hari, sehingga
kegiatan itu disukainya.
·
Guilford
(Sutjipto, 2001) menyatakan minat sebagai tendensi
seseorang untuk berperilaku berdasarkan ketertarikannya pada jenis-jenis kegiatan
tertentu.
·
(Sutjipto,
2001) mendefinisikan bahwa minat sebagai
kecenderungan seseorang terhadap kegiatan tertentu di atas kegiatan yang
lainnya.
·
Crites
(Sutjipto, 2001) mengemukakan bahwa
minat seseorang terhadap sesuatu akan lebih terlihat apabila yang bersangkutan
mempunyai rasa senang terhadap objek tersebut.
·
Hurlock
(1993) mengemukakan bahwa minat merupakan
hasil dari pengalaman belajar, bukan hasil bawaan sejak lahir. Hurlock (1993)
juga menekankan pentingnya minat, bahwa minat menjadi sumber motivasi kuat bagi
seseorang untuk belajar, minat juga mempengaruhi bentuk dan intensitas aspirasi
seseorang dan minat juga menambah kegembiraan pada setiap kegiatan yang
ditekuni seseorang.
- Definisi Bakat Menurut Beberapa Para Ahli :
·
Crow, mengatakan bahwa bakat merupakan kualitas
yang dimiliki oleh semua orang dalam tingkat yang beragam.
·
William
B. Michael, mengatakan bahwa bakat adalah kapasitas
seseorang dalam melakukan tugas, yang dedikit sekali dipengaruhi atau
tergantung dari latihan.
·
Brigham
, mengatakan bahwa bakat kondisi, kualitas,
atau sekumpulan kualitas yang dititik beratkan pada apa yang dapat dilakukan
individu (segi performance/kinerja) setelah individu mendapat latihan.
·
Woodworth
dan Marquis, mengatakan bahwa bakat adalah prestasi
yang dapat diramalkan dan dapat diukur melalui tes khusus.
·
Guilford, mengatakan bahwa bakat adalah kemampuan
kinerja yang mencakup dimensi perseptual, dimensi psikomotor, dan dimensi
intelektual.