Senin, 25 Mei 2015



1.    Cari mengenai Intelegensi, Minat Dan Bakat bisa teori dan tokoh atau mengenai definisi ?
Jawab
1.    - Definisi Intelegensi Menurut Beberapa Tokoh
·      Intelegensi adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari, pengalaman hidup sehari-hari. Minat terhadap intelejensi sering kali difokuskan pada perbedaan individu dan penilaian individu.
·      C.P. Chaplin (1975), Intelegensi itu sebagai kemapuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif.
·      Anita E. Woolfolk (1995), mengemukakan Intelegensi merupakan satu atau beberapa kemampuan untuk memecahkan dan menggunakan pengetahuan dalam rangka memecahkan masalah dan beradaptasi dengan lingkungan.
·      Raymon Catel dkk (Kimble dkk, 1980), mengklsifikasikan Intelegensi ke dalam dua kategori yaitu Fluid Intelligence yaitu tipe kemampuan analisis kognitif yang relative tidak dipengaruhi oleh pngelaman belajar sebelumnya. Crystallized Intelligence yaitu keterampilan-keterampilan atau kemampuan nalar (berfikir) yang dipengaruhi oleh pengalaman belajar sebelumnya.
Teori –Teori tentang Intelegensi yaitu :
(Sumber https://srirahayuutami99.wordpress.com/2013/03/28/teori-intelegensi/)
·      Teori Intelegensi Spearman. Charles Edward Spearman (1863-1945) merupakan ahli psikologi berkebangsaan Inggris yang sangat terkenal dengan temuannya tentang teknik statistik untuk mengetahui korelasi diantara variabel-variabel penelitian. Ia juga terkenal dengan istilah teknik analisis faktor. Analisis faktor adalah suatu bentuk teknik statistik yang digunakan untuk menemukan hubungan yang ada di antara dua jenis variabel yang kelihatannya tidak ada hubungan. Sperman menggunakan teknik ini untuk mengukur kemampuan kognitif anak. Teori Sperman tentang g dapat dijelaskan melalui analogi sebagai berikut  : Dalam kondisi tertentu , skor tes mental individu dapat dibagi ke dalam dua faktor. Faktor pertama adalah skor yang selalu sama dalam setiap tes, faktor kedua adalah skor yang selalu bervariasi dalam setiap tes. Faktor pertama disebut sebagai faktor general (umum) atau faktor g, sementara faktor kedua disebut faktor spesifik. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa faktor g menunjukkan informasi mental yang lebih dominan daripada faktor spesifik.
·      Teori Intelegensi Thurstone, yaitu Thurstone memfokuskan teori intelegensinya pada satu faktor, yaitu g faktor, akan tetapi ia menekankan intelegensi pada tujuh kemampuan mental utama yang berbeda. Kemampuan mental tersebut meliputi : (a) Verbal comprehension ( kemampuan dalam pemahaman bahasa), (b) Reasoning ( kemampuan berpikir logis ), (c) Perceptual speed ( kemampuan dalam mendeteksi kesamaan atau perbedaan dari berbagai desain / gambar ), (d) Numerical ability ( kemampuan berhitung ), (e) Word fluency ( kemampuan berpikir tentang kosa kata secara tepat ),  (f) Associative memory ( ingatan sosiatif ), (g) Spatial visualization ( kemampuan dalam menentukan bentuk benda dalam posisi yang telah berubah ).
·      Teori Intelegensi Guilford, Teori intelegensi yang dikemukakannya  menekankan multiple cognitive abilities atau kemampuan kognitif majemuk. Melalui penelitian yang dilakukannya , ia menemukan tiga komponen intelegensi , yaitu Operasi Intelegensi , Isi Intelegensi dan Produk Intelegensi. Operasi intelegensi mencakup kognitif,memori,berpikir divergen,berpikir konvergen, dan evaluasi. Isi intelegensi mencakup figural,simbol,semantik,dan perilaku. Produk intelegensi mencakup unit,klas,relasi,sistem,transformasi dan implikasi. Ketiga faktor yang berkaitan dengan intelegensi tersebut berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, sehingga menghasilkan 12 faktor, yang diperoleh lima bentuk operasi intelegensi dikali empat bentuk isi intelegensi, dikali 6 bentuk produk intelegensi atau 5 x 4 x 6 = 120.
·      Teori Intelegensi Cattel & Horn. Cattel & Horn mengemukakan dua dimensi intelegensi yang disebut dengan istilah fluid intelligence dan crystallized intelligence. Fluid intelligence berkaitan dengan kemampuan untuk mengembangkan teknik pemecahan masalah yang baru dan berbeda dari teknik sebelumnya. Crystallized intelligence berkaitan dengan kemampuan mengemukakan pengalaman-pengalaman yang telah dipelajari sebelumnya dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
·      Teori Intelegensi Robert Strenberg, Stenberg mendefinisikan intelegensi sebagai aktivitas mental yang diarahkan pada kegiatan yang bertujuan untuk menyesuaikan diri , memilih , dan membentuk lingkungan yang sesuai dengan kehidupan individu.
·      Teori Intelegensi Gardner, Teori intelegensi yang dikembangkan oleh Gardner dikenal dengan istilah multiple intelligence. Teori ini dikembangkan berdasarkan keyakinan Gardner bahwa intelegensi tidak hanya ditentukan oleh satu faktor yang dikenal dengan General intelligence atau faktor g, akan tetapi terdiri atas sejumlah faktor.

-       Definisi Minat Menurut Beberapa Para Ahli :
·      Hurlock (1993) menjelaskan bahwa minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang ingin dilakukan ketika bebas memilih.
·      Crow & Crow (1984) menjabarkan bahwa minat dapat menunjukkan kemampuan untuk memperhatikan seseorang, Sesuatu barang atau kegiatan atau sesuatu yang dapat memberi pengaruh terhadap pengalaman yang telah distimuli oleh kegiatan itu sendiri.
·      Chauhan (1978) pada orang dewasa menentukan aturan penting dalam perkembangan pribadi dan prilaku mereka. Minat adalah hal penting untuk mengerti individu dan menuntun aktivitas dimasa yang akan datang.
·      Tampubolon (1993) mengemukakan bahwa minat adalah perpaduan antara keinginan dan kemauan yang dapat berkembang jika ada motivasi.
·      Meichati (Sandjaja, 2005) mengartikan minat adalah perhatian yang kuat, intensif dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas.
·      Sutjipto (2001) menjelaskan bahwa minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, orang, masalah, atau situasi yang mempunyai kaitan dengan dirinya.  Artinya, minat harus dipandang sebagai sesuatu yang sadar.
·      Nunnally (Sutjipto, 2001) menjabarkan minat sebagai suatu ungkapan kecenderungan tentang kegiatan yang sering dilakukan setiap hari, sehingga kegiatan itu disukainya.
·      Guilford (Sutjipto, 2001) menyatakan minat sebagai tendensi seseorang untuk berperilaku berdasarkan ketertarikannya pada jenis-jenis kegiatan tertentu.
·      (Sutjipto, 2001) mendefinisikan bahwa minat sebagai kecenderungan seseorang terhadap kegiatan tertentu di atas kegiatan yang lainnya.
·      Crites (Sutjipto, 2001) mengemukakan bahwa minat seseorang terhadap sesuatu akan lebih terlihat apabila yang bersangkutan mempunyai rasa senang terhadap objek tersebut. 
·      Hurlock (1993) mengemukakan bahwa minat merupakan hasil dari pengalaman belajar, bukan hasil bawaan sejak lahir. Hurlock (1993) juga menekankan pentingnya minat, bahwa minat menjadi sumber motivasi kuat bagi seseorang untuk belajar, minat juga mempengaruhi bentuk dan intensitas aspirasi seseorang dan minat juga menambah kegembiraan pada setiap kegiatan yang ditekuni seseorang.


- Definisi Bakat Menurut Beberapa Para Ahli :
·      Crow, mengatakan bahwa bakat merupakan kualitas yang dimiliki  oleh semua orang dalam tingkat yang beragam.
·      William B. Michael, mengatakan bahwa bakat adalah kapasitas seseorang dalam melakukan tugas, yang dedikit sekali dipengaruhi atau tergantung dari latihan.
·      Brigham , mengatakan bahwa bakat kondisi, kualitas, atau sekumpulan kualitas yang dititik beratkan pada apa yang dapat dilakukan individu (segi performance/kinerja) setelah individu mendapat latihan.
·      Woodworth dan Marquis, mengatakan bahwa bakat adalah prestasi yang dapat diramalkan dan dapat diukur melalui tes khusus.
·      Guilford, mengatakan bahwa bakat adalah kemampuan kinerja yang mencakup dimensi perseptual, dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual.